Minggu, 27 Mei 2012

perhitungan angka kuman


Bakteri adalah domain yang terdiri dari makhluk hidup yang tidak memiliki membrane inti (prokariota).Bakteri dulu terbagi menjadi Bacteria dan Archaebacteria, namun sekarang Archae bacteria memiliki domain sendiri yang disebut Archaea.Bakteri memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki membrane inti, tidak memiliki organel bermembran, memiliki dinding sel peptidoglikan, dan materi asam nukleatnya berupa plasmid (Postlethwaitdan Hopson, 2006).
Bakteri memiliki beragam variasi bentuk, seperticoccus, basil, dan spiral.Bakteri dapat hidup soliter maupun berkoloni dan berkembangbiak dengan cara membelah diri. Bakteri memiliki habitat yang bervariasi, dari air, tanah, udara, hingga dalam tubuh hewan, misalnya dalam usus manusia.Bakteri ada yang dapat hidup secara anaerob murni dan akan mati dengan adanya oksigen, ada yang bersifat aerob dan memerlukan oksigen untuk metabolismenya, dan ada yang bersifat aerob fakultatif yaitu dapat hidup pada kondisi anaerob, tapi bila ada oksigen, metabolismenya bersifat aerob  (Betsy dan Keogh. 2005).
Ada beberapa metode untuk menginokulasi bakteri sesuai dengan jenis medium tujuannya.Pada medium agar tegak, dilakukan metode tusuk menggunakan jarum ose.Pada medium agar miring, dilakukan metode gores dengan menggunakan loop ose. Pada medium petridisk, dapat digunakan metode streak plate (metode gores), pour plate (metode tuang) atau spread plate (metode sebar) Setelah inokulasi, dilakukan proses inkubasi, yaitu menyimpan medium pada alat atau container ada temperature tertentu dan periode tertentu, sehingga tercipta lingkungan yang menyediakan kondisi cocok untuk pertumbuhan bakteri.  (Harley danPresscot, 2002).
A.    Perhitungan angka kuman
Menghitung atau menentukan banyaknya mikroba dalam suatu bahan (makanan, minuman, dan lain-lain) dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh bahan itu tercemar oleh mikroba. Dengan mengetahui jumlah mikroba, maka dapat diketahui kualitas mikrobiologi dari bahan tersebut. Bahan yang dapat dikatakan baik jika jumlah mikroba yang terkandung dalam bahan tersebut masih di bawah jumlah standar yang ditentukan oleh suatu lambaga. Kandungan mikroba pada suatu bahan juga sangat menentukan tingkat kerusakannya, serta dapat ditentukan oleh tingkat kelayakan untuk dikonsumsi.
Jumlah mikroba dalam suatu  bahan dapat dihitung menggunakan beberapa cara. Namun secara garis besar dibedakan menjadi :
1.    Cara perhitungan langsung
Cara perhitungan langsung berarti kita dapat mengetahui beberapa jumlah mikroba pada saat dilakukan perhitungan. Hasil perhitungan secara langsung menunjukkan seluruh jumlah mikroba yang masih hidup maupun yang sudah mati. Adapun caranya:
a.       Pembuatan preparat sederhana yang diwarnai
b.      Menggunakan ruang hitung
2.      Cara perhitungan tidak langsung
Cara perhitungan tidak langsung, hasil perhitungan jumlah mikroba baru dapat diperoleh kemudian setelah dilakukan perlakuan terlebih dahulu. Hasil perhitungan tidak langsung akan menunjukan jumlah mikroba yang masih hidup saja. Adapun caranya :
a.       Menghitung jumlah total mikroba (Total plate count = angka lempeng total)
b.      Cara pengenceran
c.       Memperkirakan jumlah terkecil mikroba yang ada (MPN = Most Probable Number)
d.      Cara kekeruhan (turbiditas)
Menghitung Angka Kuman Metode Pour Plate
Metode tuang atau pour plate dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan mencampur suspensi bakteri dengan medium agar pada suhu 50ºC kemudian menuangkannya pada petridisk atau dengan menyemprotkan suspensi pada dasar petridisk, kemudian menuang medium agar keatasnya dan diaduk. Setelah agar mengeras, bakteri akan berada pada tempatnya masing-masing dan diharapkan bakteri tidak mengelompok sehingga terbentuk koloni tunggal.
 Dalam pour plate, sejumlah kecil inokulum dari kultur kaldu ditambah dengan pipet ke pusat cawan petri. Didinginkan, tapi masih cair, media agar dalam tabung reaksi atau botol kemudian dituangkan ke dalam cawan Petri. Hidangan tersebut kemudian diputar dengan lembut, atau bergerak maju-mundur (NS pertama, kemudian NW-SE, maka NE-SW), untuk memastikan bahwa budaya dan menengah secara menyeluruh dicampur dan menengah mencakup piring merata.Tuangkan piring memungkinkan mikroorganisme untuk tumbuh baik di permukaan dan di dalam medium. Sebagian besar dari koloni tumbuh dalam media dan dalam ukuran kecil dan mungkin konfluen. Beberapa daerah koloni yang tumbuh di permukaan adalah dengan ukuran yang sama dan penampilan sebagai orang-orang di piring beruntun.Lempeng ini kemudian dapat digunakan untuk menguji anti-mikroba efek dari berbagai zat. Untuk informasi lebih lanjut lihat Investigasi tindakan antimikroba.Jika tidak, piring seperti ini bisa menjadi bagian dari penyelidikan dari populasi bakteri dalam sampel. Kultur pengenceran seri dengan cara ini memungkinkan perhitungan ukuran populasi dari sampel bakteri. Jika pengenceran dan volume inokulum, biasanya 1 cm3, diketahui, jumlah layak dari sampel per cm3 dapat ditentukan. Hitungan yang layak adalah jumlah bakteri atau rumpun bakteri per cm3. Para pengenceran yang dipilih harus menghasilkan antara 30 dan 100 koloni dihitung terpisah.(Lihat juga teknik standar: Membuat pengenceran serial).


DAFTAR PUSTAKA
·         Betsy dan Keogh. 2005. Microbiology Demystifed. McGraw-Hill Publisher. USA.
·         Harley danPresscot. 2002. Laboratory Exercise in Microbiology. McGraw-Hill Publisher. USA.
·         Postlethwaitdan Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart and Winston. Texas.
·         Singleton dan Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd Edition. John Wiley and Sons. Sussex, England.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar